Hanya dua hari Jakarta diguyur hujan, sekitar 80.000 sambungan Telkom dan beberapa BTS mati total. Pelanggan Telkom di kawasan Sudirman dan Thamrin mengalami pemutusan sambungan untuk waktu yang tidak ditentukan. Hal ini akibat banjir yang memutuskan aliran listrik di kantor Data Center Telkom di Jl. Gatot Subroto Jakarta.
Banjir berdampak juga pada koneksi data beberapa BTS seperti Flexi dan Telkomsel. Sekitar 13 BTS Flexi mati total terendam banjir dan demikian pula dengan 209 BTS Telkomsel. Pemutusan sambungan sementara juga terjadi pada layanan Speedy. Sekitar 17000 pelanggan Speedy mengalami gangguan koneksi.
Matinya Sentral Telepon Otomat (STO) di Data Center Telkom berdampak pula pada down-nya situs presidensby.info pada hari Jumat, 2 Februari 2007 kemarin. Hal ini diakibatkan karena data situs tersebut di-hosting ke Data Center Telkom. Namun sejak hari Sabtu ini, server presidensby.info sudah dapat beroperasi kembali setelah ada pemindahan lokasi server.
Menurut laporan SCTV pada hari sabtu ini, ketinggian air di pintu air Manggarai sudah mencapai 875 cm dari batas normal 750 cm. Pintu air Depok ketinggian sudah mencapai 50 cm sama dengan batas normal 50 cm. Sedangkan menurut laporan BMG, curah hujan di daerah Bogor dan Jakarta masih tetap tinggi sampai dengan akhir Maret 2007. Sehingga warga Jakarta diharap waspada terhadap datangnya banjir susulan.
Banjir memang masalah kompleks seperti yang Ceira paparkan sebelumnya. (lihat Air Melimpah di Jakarta). Namun jika mulai sekarang tidak ada penanganan serius dari pemerintah, maka siklus 5 tahunan bisa menjadi banjir tahunan. Banjir akan selalu menjadi hantu di Jakarta jika musim hujan tiba. Maukah warga Jakarta mulai berubah membantu pemerintah mencegah banjir? Semoga. Viva Ceira!